Posted on October 5, 2025 by ahead_time
Di sudut halaman rumah tua yang sederhana, berdiri sebuah kursi kayu tua yang warnanya mulai pudar dimakan waktu. Bukan kursi istimewa dengan ukiran rumit atau nilai jual tinggi, tetapi keberadaannya menyimpan kisah yang tak pernah selesai. meja rapat itu dikenal oleh penghuni rumah sebagai “Kursi Penanti”, tempat di mana waktu seolah berhenti, dan harapan diam-diam tinggal lebih lama dari seharusnya. Kursi penanti bukan sekadar benda mati, tetapi saksi bisu dari janji-janji yang dulu pernah diucapkan dengan sungguh-sungguh, namun tak sempat diselesaikan. Dalam diamnya, kursi itu menyimpan cerita tentang pertemuan dan perpisahan, tentang cinta yang tertahan oleh keadaan, dan tentang seseorang